Tips Anti-Spam WhatsApp — Klik untuk baca strategi supaya broadcast tidak dibatasi.
Gunakan 3 variasi pesan. Sistem otomatis memilih satu variasi acak per peserta + menyisipkan ciri unik (slot, emoji), supaya tidak ada 2 pesan yang 100% identik. Edit ketiganya supaya beneran beda gaya.
Jangan terburu-buru. Default kirim 5 pesan per batch dengan jeda 5–8 detik antar tab. Setelah blast, tombol terkunci 30 detik. WhatsApp anggap kirim cepat = bot.
Istirahat 15–30 menit antar batch besar. Maksimal ~40 pesan/jam dari 1 nomor admin supaya tidak triggered rate-limit. Sistem menampilkan jumlah kirim 1 jam terakhir.
Saran ampuh: kirim dulu pesan SINGKAT "halo, simpan nomor ini ya" ke 10–20 peserta beberapa hari sebelum broadcast besar. Peserta yang menyimpan nomor admin = pesan kemungkinan besar lolos filter.
Cek hasil: kalau WhatsApp menampilkan warning "pesan diteruskan terlalu sering" atau Anda jadi tidak bisa kirim ke nomor baru, STOP blast. Ganti ke akun admin lain atau tunggu 24 jam.
Pesan terbaik = pesan dari kenalan. Kalau bisa, minta beberapa relawan untuk bantu broadcast dari akun mereka — variasi nomor pengirim turunkan deteksi spam.
Pesan Broadcast 3 Variasi
Tiap peserta menerima variasi acak dari pesan-pesan
di bawah, ditambah noise unik (slot, emoji) — supaya tidak terdeteksi
sebagai broadcast spam oleh WhatsApp. Edit ketiganya agar beda gaya.
0 / 3000 karakter
Placeholder yang didukung: {nama}, {kota},
{slot}, {ref}. Pesan tersimpan otomatis.
0 pesan/jam
#
Nama ↕
Kota ↕
Alamat / WhatsApp
Status TEP ↕
Kirim
Belum ada pendaftar Jabodetabek
Belum ada pendaftar TEP dengan domisili Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, atau Bekasi. Halaman ini akan terupdate otomatis ketika ada pendaftar baru.